Varises: Bukan Sekadar Masalah Kosmetik! Dokter Spesialis Ungkap Penyakit Vaskular dengan 6 Stadium Bahaya

Malang, 4 Februari 2025 – Anggapan bahwa varises (pelebaran pembuluh darah vena) hanyalah masalah kosmetik yang mengganggu penampilan dibantah tegas oleh pakar Bedah Vaskular. Menurut dr. Kresna Agung Prabowo, Sp.B, Subsp.BVE(K), Staf Divisi Bedah Toraks Kardiovaskular (BTKV) RS Saiful Anwar Malang, varises adalah proses penyakit yang bermula dari gangguan serius pada sistem aliran darah balik.

Dalam dialog interaktif “Malang Siang Ini” di RRI Malang, dr. Kresna menjelaskan bahwa penyebab utama varises adalah insufisiensi atau kebocoran katup pada pembuluh darah vena. Katup ini seharusnya mencegah darah turun kembali ke kaki karena gravitasi. Jika katup bocor, tekanan di pembuluh darah akan meningkat drastis, menyebabkan pembuluh darah melebar dan menonjol.

“Masyarakat sering salah persepsi. Varises yang tampak biru atau menonjol di kulit itu sebenarnya adalah manifestasi dari patofisiologi mendasar, yaitu penyakit,” tegas dr. Kresna.

Dari Pegal Biasa Hingga Luka Sulit Sembuh

dr. Kresna menyebut varises memiliki hingga enam stadium (C1 sampai C6), yang menunjukkan tingkat keparahannya:

  1. Stadium Awal (C1): Pasien hanya merasakan gejala ringan seperti kaki pegal dan capek di betis meskipun tidak melakukan aktivitas berat.
  2. Stadium Lanjut: Mulai tampak gambaran kebiruan, pembuluh darah menonjol (varicose vein), hingga akhirnya kaki bengkak karena darah terkumpul di bawah.
  3. Stadium Serius (C6): Terjadi perubahan warna kulit (hiperpigmentasi) yang menjadi lebih gelap, kulit menipis, dan muncul luka (ulser) di kaki yang sulit sembuh. Jika sudah mencapai stadium ini, tindakan operatif sangat diperlukan.

Pencegahan: Perangi Gaya Hidup Statis

Pakar Bedah Vaskular ini menekankan bahwa varises sangat dipengaruhi oleh faktor risiko seperti genetika, kehamilan, obesitas, dan yang paling umum, kebiasaan berdiri atau duduk terlalu lama tanpa jeda. Ia juga menyoroti penggunaan sepatu hak tinggi yang dapat mengganggu pompa otot (muscle pump) yang membantu darah naik ke jantung.

Untuk mencegah varises, dr. Kresna menyarankan beberapa langkah sederhana:

  • Pedal Exercise: Bagi yang terpaksa duduk atau berdiri lama, lakukan gerakan naik-turun pergelangan kaki secara berkala untuk menjaga pompa vena tetap aktif.
  • Pengaturan Berat Badan: Mengurangi obesitas dapat menurunkan tekanan tinggi pada vena kaki.
  • Olahraga Air: Olahraga seperti berenang atau sepeda statis sangat dianjurkan karena meminimalkan beban tubuh (weight bearing) namun memaksimalkan gerakan otot kaki.
  • Stocking Medis: Penggunaan stocking varises (kaus kaki kompresi medis) dapat membantu menopang pembuluh darah dan mencegah progresivitas penyakit.

Teknologi Baru: Pengobatan Tanpa Sayatan

Saat ini, penanganan varises telah bergeser dari bedah terbuka (stripping) yang invasif ke metode minimal invasif (Endovenous).

“Dulu, operasi varises identik dengan sayatan. Sekarang, masalah varises dapat diatasi dengan teknik seperti orang disuntik,” jelas dr. Kresna.

Prosedur modern ini meliputi:

  • Laser (EVLA): Menggunakan energi panas laser yang dimasukkan melalui kateter untuk menutup (mengablasikan) pembuluh darah varises dari dalam.
  • Lem (Glue/Cyanoacrylate): Menggunakan lem medis khusus untuk menutup vena yang bermasalah.

Meskipun metode minimal invasif ini menawarkan pemulihan yang jauh lebih cepat, dr. Kresna menginMalang, 4 Februari 2025 – Anggapan bahwa varises (pelebaran pembuluh darah vena) hanyalah masalah kosmetik yang mengganggu penampilan dibantah tegas oleh pakar Bedah Vaskular. Menurut dr. Kresna Agung Prabowo, Sp.B, Subsp.BVE(K), Staf Divisi Bedah Toraks Kardiovaskular (BTKV) RS Saiful Anwar Malang, varises adalah proses penyakit yang bermula dari gangguan serius pada sistem aliran darah balik.

Dalam dialog interaktif “Malang Siang Ini” di RRI Malang, dr. Kresna menjelaskan bahwa penyebab utama varises adalah insufisiensi atau kebocoran katup pada pembuluh darah vena. Katup ini seharusnya mencegah darah turun kembali ke kaki karena gravitasi. Jika katup bocor, tekanan di pembuluh darah akan meningkat drastis, menyebabkan pembuluh darah melebar dan menonjol.

“Masyarakat sering salah persepsi. Varises yang tampak biru atau menonjol di kulit itu sebenarnya adalah manifestasi dari patofisiologi mendasar, yaitu penyakit,” tegas dr. Kresna.

Dari Pegal Biasa Hingga Luka Sulit Sembuh

dr. Kresna menyebut varises memiliki hingga enam stadium (C1 sampai C6), yang menunjukkan tingkat keparahannya:

  1. Stadium Awal (C1): Pasien hanya merasakan gejala ringan seperti kaki pegal dan capek di betis meskipun tidak melakukan aktivitas berat.
  2. Stadium Lanjut: Mulai tampak gambaran kebiruan, pembuluh darah menonjol (varicose vein), hingga akhirnya kaki bengkak karena darah terkumpul di bawah.
  3. Stadium Serius (C6): Terjadi perubahan warna kulit (hiperpigmentasi) yang menjadi lebih gelap, kulit menipis, dan muncul luka (ulser) di kaki yang sulit sembuh. Jika sudah mencapai stadium ini, tindakan operatif sangat diperlukan.

Pencegahan: Perangi Gaya Hidup Statis

Pakar Bedah Vaskular ini menekankan bahwa varises sangat dipengaruhi oleh faktor risiko seperti genetika, kehamilan, obesitas, dan yang paling umum, kebiasaan berdiri atau duduk terlalu lama tanpa jeda. Ia juga menyoroti penggunaan sepatu hak tinggi yang dapat mengganggu pompa otot (muscle pump) yang membantu darah naik ke jantung.

Untuk mencegah varises, dr. Kresna menyarankan beberapa langkah sederhana:

  • Pedal Exercise: Bagi yang terpaksa duduk atau berdiri lama, lakukan gerakan naik-turun pergelangan kaki secara berkala untuk menjaga pompa vena tetap aktif.
  • Pengaturan Berat Badan: Mengurangi obesitas dapat menurunkan tekanan tinggi pada vena kaki.
  • Olahraga Air: Olahraga seperti berenang atau sepeda statis sangat dianjurkan karena meminimalkan beban tubuh (weight bearing) namun memaksimalkan gerakan otot kaki.
  • Stocking Medis: Penggunaan stocking varises (kaus kaki kompresi medis) dapat membantu menopang pembuluh darah dan mencegah progresivitas penyakit.

Teknologi Baru: Pengobatan Tanpa Sayatan

Saat ini, penanganan varises telah bergeser dari bedah terbuka (stripping) yang invasif ke metode minimal invasif (Endovenous).

“Dulu, operasi varises identik dengan sayatan. Sekarang, masalah varises dapat diatasi dengan teknik seperti orang disuntik,” jelas dr. Kresna.

Prosedur modern ini meliputi:

  • Laser (EVLA): Menggunakan energi panas laser yang dimasukkan melalui kateter untuk menutup (mengablasikan) pembuluh darah varises dari dalam.
  • Lem (Glue/Cyanoacrylate): Menggunakan lem medis khusus untuk menutup vena yang bermasalah.

Meskipun metode minimal invasif ini menawarkan pemulihan yang jauh lebih cepat, dr. Kresna mengingatkan bahwa varises berpotensi muncul kembali (rekurensi) jika faktor risiko dan gaya hidup yang menyebabkannya tidak dihilangkan atau diminimalisasi.gatkan bahwa varises berpotensi muncul kembali (rekurensi) jika faktor risiko dan gaya hidup yang menyebabkannya tidak dihilangkan atau diminimalisasi.

Saksikan Video Lengkap : https://youtu.be/4WpSQ7xdswA

Lihat Juga Berbagai

Artikel Sehat Vaskular Lainnya

Askara

DEEP VEIN THROMBOSIS (DVT)

Pembunuh Senyap yang Mengintai Saat Anda Duduk Terlalu Lama Pendahuluan: Tragedi Penerbangan Jarak Jauh Pernahkah Anda mendengar istilah “Sindrom Kelas Ekonomi”? Istilah ini populer setelah beberapa penumpang pesawat meninggal mendadak usai penerbangan panjang. Penyebabnya bukan

Read More »