PENYAKIT ARTERI PERIFER (PAD)

Jangan Anggap Remeh Kaki Pegal Seringkali masyarakat mengira nyeri kaki saat berjalan hanyalah faktor usia tua atau asam urat. Padahal, itu bisa jadi gejala Peripheral Artery Disease (PAD). Di Sehat Vaskular, kami sering menemukan miskonsepsi ini. PAD adalah penyempitan pembuluh darah arteri di kaki akibat tumpukan plak kolesterol. Ini adalah proses yang sama dengan penyakit jantung koroner, hanya lokasinya di kaki.
Gejala Klasik: Klaudikasio Intermiten Ini adalah tanda khas PAD yang unik:
- Anda berjalan sekian meter -> Kaki sakit/kram.
- Anda berhenti istirahat -> Sakit hilang.
- Anda jalan lagi -> Sakit muncul lagi di jarak yang sama. Ini terjadi karena otot kaki "kelaparan" darah saat aktif, namun arteri yang tersumbat tidak bisa menyuplai cukup darah.
Hubungan Erat dengan Jantung & Stroke PAD adalah sinyal alarm bagi seluruh tubuh. Jika arteri kaki tersumbat, besar kemungkinan arteri jantung dan otak juga bermasalah. Penderita PAD memiliki risiko stroke dan serangan jantung 6-7 kali lebih tinggi.
Deteksi Dini itu Mudah Dokter vaskular biasanya menggunakan alat sederhana bernama ABI (Ankle-Brachial Index). Pemeriksaan ini membandingkan tekanan darah di lengan dan kaki.
- Jika tekanan kaki jauh lebih rendah dari lengan, artinya ada sumbatan.
Apa yang Harus Dilakukan? Sebagai platform edukasi, Sehat Vaskular menyarankan langkah berikut:
- Kontrol Faktor Risiko: Gula darah, kolesterol, dan tekanan darah harus normal.
- Latihan Jalan: Terapi jalan kaki terjadwal bisa membantu membentuk pembuluh darah baru (kolateral).
- Konsultasi Dokter: Jika sumbatan parah, dokter mungkin menyarankan prosedur balon (angioplasti) atau pasang ring (stent) di kaki.
Jangan biarkan langkah Anda terhenti. Kenali gejalanya, dan cari bantuan medis profesional segera.
